Daily Archives: May 4, 2010

Tugas UTS Jarkom

1. MAC  Address  dan IP Address

MAC Address kepanjangan dari Media Access Control Address. MAC address adalah sebuah nomor identitas hardware yang unik, digunakan untuk membedakan setiap perangkat yang ada di dalam jaringan komputer. MAC address disusun atas enam buah -digit ganda- nomor hexadecimal yang dipisahkan oleh tanda titik dua. Contoh alamat MAC address adalah seperti berikut: 00:0d:83:b1:c0:8e

IP Address yaitu sistem pengalamatan di network yang direpresentasikan dengan sederetan angka berupa kombinasi 4 deret bilangan antara 0 s/d 255 yang masing-masing dipisahkan oleh tanda titik  (.), mulai dari 0.0.0.1 hingga 255.255.255.255.

Kedua layer ini terdapat pada network layer.

2.

a. Layer

Adalah lapisan (konsep) dalam networking / jaringan dalam gambar diatas ialah (highe, middle, dan lower layer)

b. Service

Adalah layanan yang diberikan oleh penyedia jasa pengantaran surat.

c. Service Provider

Adalah penyedia layanan jasa dalam hal ini adalah kantor post.

d. Service user

Adalah layanan yang diberikan oleh provider kepad user yaitu layana jasa pengiriman surat

e. Protocol Data Unit (PDU)

Protokol yang digunakan untuk transmisi data. Dalam proses ini adalah aturan yang digunakan dalam pengiriman surat mulai dari penulisan surat pemasukan ke kotak pos dsb.

f. Service Access Point (SAP)

Adalah jalur yang disediakan oleh provider untuk menyampaikan paket yang akan dilewatkan di dalam.

g.  Peer protocol

Adalah aturan yang digunakan dalam penyampaian paket (surat) agar paket yang dikirim oleh pengirim dapat diterima dan dimengerti oleh penerima dengan baik

3.

a. Repeater

Di dalam jaringan komputer, repeater berfungsi untuk memperpanjang rentang jaringan dengan cara memperkuat isyarat elektronis. Dengan menggunakan repeater, LAN yang memakai ethernet dapat diperpanjang rentang jaringannya sampai 20 km dengan memasang repeater pada setiap 2,5 km.

b. Hub

Hub Alat penghubung atar komputer, semua jenis komunikasi hanya dilewatkan oleh hub. hub digunakan untuk sebuah bentuk jaringan yang sederhana.

c. Bridge

Pengertian dari sebuah bridge adalah bekarja pada data link layer pada OSI. Bridge adal alat yang digunakan pada suatu jaringan yang berfungsi untuk memisahkan sebuah jaringan yang luas menjadi segment yang lebih kecil.

d.  Switch

Switch Sebuah alat yang menyaring/filter dan melewatkan(mengijinkan lewat) paket yang ada di sebuah LAN. switcher bekerja pada layer data link (layer 2) dan terkadang di Network Layer (layer 3) berdasarkan referensi OSI Layer Model.

e. Router

Router Alat yang bertugas untuk mengantarkan paket data dalam jaringan. router dapat digunakan jika tersambung paling tidak dengan dua jaringan yang berbeda sehingga pengaturan tersebut membutuhkan sebuah router.Router berada di sisi gateway sebuah tempat dimana dua jaringan LAN atau lebih untuk disambungkan

4.

Pada application layer data yang akan dikirm dipersiapkan untuk dilanjutkan ke transport layer pada transport layer data sudah mendapat tampabahn header, kemudian pada network layer data + header dari transport layer ditambahkan header kembali berikut pula pada datalink layer. Pada physical layer data tersebut dikonversi menjadi paket paket dan dipisah2 untuk dikirm melaui internet. Pada lapisan physical di sisi penerima data atau paket yang telah sampai dicek kelengakapnnya, bila lengkap maka akan dilanutkan ke layer atasnya diikuti dengan pelepasan header dari layer yang besangkutan dan demikian seterusnya sampai data samapi dan dapat dilihat oleh penerima.


(Fiqih) Hukum Memotong Jenggot

Pertanyaan:

Apa hukum mencukur jenggot sampai habis atau memotong sebagiannya?


Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullah menjawab:

Orang yang mencukur jenggotnya sampai habis tergolong orang yang fasiq, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

احْفُوا الشَّوَارِبَ وَأعْفُوا اللِّحَى
“Potonglah kumis kalian dan biarkan jenggot kalian.”

dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pula:

وَفِّرُوا اللِّحَى
“Biarkanlah jenggot kalian menjadi banyak.”

Juga:

أَكْرِمُوا اللِّحَى
“Muliakanlah jenggot kalian.”

Juga:

ارْخُوا اللِّحَى
“Panjangkan jenggot kalian.”

Juga:

قَصُّوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى
“Potonglah kumis kalian dan biarkanlah jenggot kalian.”

Banyak sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memerintahkan untuk membiarkan jenggot, dan tidak pernah disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mencukur habis jenggotnya, bahkan jenggot beliau menutupi dada beliau. Dan tidak didapatkan pula adanya riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat seorang muslim yang mencukur jenggotnya lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyetujuinya. Bahkan mencukur jenggot tergolong perbuatan tasyabbuh (menyerupai) musuh-musuh Islam dan perbuatan tasyabbuh (menyerupai) wanita.

Oleh karena itu, wajib bagi setiap muslim untuk menjaga penampilan Islami di mana pun dia berada, sehingga dia tidak kehilangan jati diri muslim sebagaimana orang lain kehilangan jati diri muslimnya. Wallahul musta’an.
Jenggot merupakan perhiasan bagi seorang lelaki. Meskipun engkau melihat adanya sebagian orang alim yang fasiq memotongnya, ini bukanlah suatu hujjah. Juga meskipun engkau melihat di antara para raja dan pimpinan yang memotong jenggotnya, ini bukanlah hujjah. Yang dinamakan hujjah adalah Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bila engkau melihat orang-orang alim yang memotong jenggot mereka atau para raja dan pimpinan, niscaya engkau dapati mereka terpengaruh oleh musuh-musuh Islam. Sama saja mereka terpengaruh dengan belajar kepada musuh-musuh Islam ataupun belajar kepada orang yang belajar kepada musuh-musuh Islam, ataupun terpengaruh oleh orang yang terpengaruh musuh-musuh Islam. Tidak boleh bagi seorang pun untuk mengambil teladan dari salah seorang dari mereka, bahkan As Sunnah yang wajib untuk diikuti.

Demikian pula memotong sebagian jenggot dan membiarkan sebagiannya, ini juga tidak diperbolehkan karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: أعفوا, maknanya adalah biarkanlah sebagaimana diciptakan Allah. Juga sabda beliau وَفِّرُوا, dan ارخوا. Adapun riwayat dari Abdullah ibnu ‘Umar radhiallahu ‘anhuma bahwa bila melaksanakan haji atau umrah beliau radhiallahu ‘anhuma mengambil (memotong) jenggot yang melebihi ukuran genggaman tangan, ini bukanlah hujjah, karena yang dinamakan hujjah adalah Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Bila engkau katakan: Terkadang saya diperintah untuk memotong jenggot karena saya seorang tentara? Jawabannya: Tidak boleh bagimu untuk menaati perintah itu, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِي الْمَعْرُوْفِ
“Hanyalah ketaatan tersebut dalam hal yang baik.”

kecuali bila engkau khawatir akan disiksa dengan siksaan yang tidak bisa engkau pikul, wallahul musta’an.
Bila engkau katakan: Terkadang saya masuk ke suatu negeri atau saya kembali ke negeri saya, sedangkan penduduk negeri tersebut memaksa dan memasukkan setiap orang yang memelihara jenggotnya ke dalam penjara, dan juga dikhawatirkan akan dibunuh.

Maka bila engkau takut bahwa dirimu akan disiksa, atau diambil hartamu, atau kehormatanmu dengan sesuatu yang tidak bisa engkau pikul, maka diperbolehkan bagimu untuk memotong jenggot. Adapun tanpa ada sesuatu lalu engkau memotong jenggot dan menyerupai musuh-musuh Islam, atau hanya karena mengikuti perintah orang-orang yang menyimpang maka tidak boleh bagimu (untuk memotong jenggot), karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِي الْمَعْرُوْفِ
“Hanyalah ketaatan itu dalam hal yang baik.”

Betapa banyak orang shalih yang pergi ke negeri musuh-musuh Islam dimana mereka (musuh-musuh Islam) melihat orang-orang shalih yang berpegang teguh dengan agama secara benar, justru musuh-musuh Islam itu mencintai orang-orang shalih tersebut, memuliakan mereka, mempercayai keamanahan mereka. Adapun jenggot, maka tidaklah jenggot itu yang bersalah (yang menyebabkan kebencian orang-orang kafir membenci Islam). Bila engkau lihat seorang yang memelihara jenggotnya pendusta, atau berkhianat, atau mencuri, maka yang salah bukanlah jenggotnya namun orangnya. Adapun jenggot termasuk sifat yang fithrah dan termasuk Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang beliau perintahkan dan beliau wajibkan. Saya maksudkan keterangan ini agar tidak menjadi alasan bagimu untuk mencukur jenggot bila engkau melihat di antara orang yang memelihara jenggot ada yang tidak istiqamah atau tidak amanah. Wallahul musta’an.

(diterjemahkan dari Ijabatus Sail, hal. 221-222)

http://darussalaf.or.id/stories.php?id=32